Saturday, September 7, 2019

Wednesday, May 6, 2015

gejala terinfeksi hiv

Lama pengobatan untuk awal infeksi HIV-1

Durasi optimal pengobatan untuk pasien dengan awal infeksi HIV-1 tidak diketahui. Studi terbaru dari awal infeksi HIV-1 dievaluasi memulai dan menghentikan pengobatan sebagai strategy.16-18 potensial Meskipun studi ini menunjukkan beberapa manfaat yang terkait dengan strategi ini, uji coba secara acak terkontrol besar pasien dengan penyakit kronis infeksi HIV-1 mengungkapkan bahwa penghentian pengobatan adalah merugikan dalam hal peningkatan risiko AIDS dan acara non-AIDS, 33 dan bahwa strategi dikaitkan dengan peningkatan tanda peradangan, aktivasi kekebalan dan coagulation.34
 untuk alasan ini dan potensi manfaat profilaksis antiretroviral untuk mengurangi risiko penularan HIV-1, Komite tidak merekomendasikan penghentian terapi antiretroviral pada pasien yang diobati untuk infeksi HIV awal -1 (AIII).

Tabel 11. Identifikasi, diagnosis dan manajemen dan infeksi akut baru HIV-1

Kecurigaan akut infeksi HIV-1:
Akut infeksi HIV-1 harus dipertimbangkan pada pasien dengan tanda-tanda atau gejala akut infeksi HIV-1 dan eksposur risiko baru-baru ini (dalam 2-6 minggu) eksposur yang tinggi terhadap HIV-1a
Tanda, gejala hasil, atau laboratorium mungkin termasuk, namun tidak terbatas pada satu atau lebih dari gejala berikut: demam, limfadenopati, ruam, mialgia / artralgia, sakit kepala, diare, sariawan, leukopenia, trombositopenia, transaminase tinggi.
Eksposur risiko tinggi termasuk kontak seksual dengan HIV-1 orang yang terinfeksi atau orang berisiko HIV-1 infeksi, suntik berbagi obat perlengkapan, atau kontak selaput lendir atau istirahat di kulit dengan cairan berpotensi menular.
Diagnosis: Diagnosis pasien dengan infeksi HIV-1 mungkin termasuk, namun tidak terbatas pada penyakit virus seperti virus Epstein-Barr (EBV) dan non-EBV (misalnya, cytomegalovirus) sindrom mononukleosis infeksiosa, influenza, hepatitis virus, infeksi streptokokus, atau sifilis.


Penilaian / Diagnosis akut infeksi HIV-1:
Infeksi akut HIV-1 didefinisikan sebagai terdeteksi HIV-1 RNA atau antigen p24 (antigen yang digunakan dalam saat ini tersedia antigen / antibody [Ag / Ab] kombinasi tes HIV) sebagai bagian dari hasil negatif atau tak tentu Tes HIV-1 antibodi.

Hasil reaktif dari tes antibodi HIV atau hasil dari kombinasi tes Ag / Ab harus diikuti dengan tes konfirmasi lebih lanjut.
-1 HIV tes antibodi negatif atau tak tentu pada orang dengan hasil tes reagen Ag / Ab atau siapa akut infeksi HIV-1 diduga memerlukan evaluasi HIV-1 RNA plasma untuk mendiagnosis akut infeksi HIV-1 .
Hasil positif pada kuantitatif atau kualitatif disetujui FDA plasma HIV-1 tes RNA sebagai bagian dari hasil tes antibodi negatif atau tak tentu kompatibel dengan akut infeksi HIV-1.
Pertimbangan untuk ART selama awal infeksi HIV-1:
Semua ibu hamil dengan awal infeksi HIV-1 harus mulai mengambil ART sesegera mungkin untuk mencegah penularan perinatal HIV-1 (AI).
Pengobatan untuk awal infeksi HIV-1 harus ditawarkan kepada semua orang yang tidak hamil (BII).
Risiko ART selama awal infeksi HIV-1 sebagian besar sama dengan yang di mana seni dimulai pada pasien tanpa gejala kronis terinfeksi oleh tingginya jumlah CD4.
Jika pengobatan dimulai, tujuan harus dipertahankan penekanan virologi plasma (AIII).

Sunday, January 11, 2015

Obat HIV menurut Pedoman Pemerintah

Obat HIV yang benar-benar menghilangkan virus HIV dari dalam tubuh pasien sampai saat ini belum ditemukan. Yang banyak beredar saat ini adalah obat HIV yang memperlambat perjalanan penyakit HIV menjadi AIDS.

Gejala umum HIV

Sebelum memberikan terapi obat HIV,  banyak faktor  yang perlu dipertimbangkan, karena penyakit HIV tidak sama dengan penyakit lain yang hanya memiliki sedikit variasi. Setiap penderita memiliki infeksi oportunistik yang berbeda-beda sehingga pe­­mberian obat HIV juga ikut berbeda.

Sebelum pemberian Obat HIV

Untuk memulai pemberian obat HIV perlu dilakukan pemeriksaan jumlah CD4 (kalau tersedia) dan perlu dilakukan penentuan stadium klinik infeksi HIV-nya.
  1. Kalau tidak tersedia pemeriksaan CD4
Maka penentuan pemberian terapi obat HIV didasarkan pada penilaian klinis
  1. Kalau tersedia pemeriksaan CD4
Maka rekomendasinya adalah:
  1. Jika pada pemeriksaan laboratorium, jumlah CD4 < 350 sel/mm3, maka pemberian obat HIV antiretrovirus harus dimulai, tanpa memandang stadium klinisnya.
  2. Terapi antiretrovirus (ARV) juga dianjurkan pada semua pasien dengan TB aktif, ibu hamil, dan koinfeksi Hepatitis B tanpa memandang jumlah CD4.

obat HIV tergantung infeksi oportunistik

Seperti yang dikatakan sebelumnya, pemberian obat HIV antiretrovirus juga tergantung dari jenis infeksi oportunistiknya. Untuk infeksi Progresif Multifocal Leukoenephalopathy, Sarkoma Kaposi, Mikrosporidiosis, CMV, dan Kriptosporidiosis, maka obat ARV diberikan langsung setelah diagnosis infeksi ditegakkan.
Untuk infeksi oportunistik tuberculosis, PCP, Kriptokokosi, dan MAC, maka obat HIV ARV diberikan setidaknya 2 minggu setelah pasien mendapatkan pengobatan infeksi opportunistic.
Ada 5 aspek yang diperhitungkan pemerintah dalam membuat pedoman pengobatan HIV yaitu efektivitas, efek samping/toksisitas, interaksi obat, kepatuhan, dan harga obat. Biasanya, penggunaan obat HIV ARV memakai 3 jenis obat yang terserap dan berada dalam dosis terapeutik untuk menjamin efektivitas penggunaan obat.

Artikel Menarik lain :

Sunday, September 7, 2014

Cara menghilangkan tai lalat

Begitu banyak yang menuliskan tips cara menghilangkan tai lalat di Internet. Cari di google. Kebanyakan sih cara alami. Ada yang menganjurkan memakai madu atau minyak kastor, cuka cider, getah bunga kamboja, bawang putih. Intinya setiap bahan-bahan alami tersebut dioleskan ke tahi lalat anda. (Baca Dimana operasi tahi lalat) Contohnya untuk pemakaian madu atau minyak kastor. Menurut satu artikel, cara pakainya dengan mengoleskan secara teratur setiap hari sampai ada perubahan. Selanjutnya dengan cuka cider. Caranya dengan menyiapkan kertas tisu yang sudah dibasahi dengan cuka lalu dioleskan ke permukaan tahi lalat. Dilakukan 5 sampai 10 kali sehari selama satu minggu. (Baca Berapa Kekayaan agnes monica) Adakah yang pernah mencoba tips dan trik semacam di atas untuk menghilangkan tai lalat? Saya sendiri belum pernah mendapatkan testimoni di internet tentang keberhasilan tips-tips tersebut. Kalau ada pembaca yang berhasil, mungkin bisa dishare ke saya ke no.hp 08111774435. (Baca Penyebab Kaki bengkak saat hamil) Kalau saya lihat, tips-tips alami di atas, memiliki beberapa keanehan. Yang pertama, dinyatakan bahwa dianjurkan diolest tiap hari sampai ada perubahan. Sampai kapan? Kalau sampai setahun masih belum ada perubahan, apa harus terus dilakukan? (Baca Abstrak Penelitian) Yang saya tahu dan benar-benar terbukti menghilangkan tahi lalat adalah dengan mengangkat tahi lalat tersebut di klinik dokter. Ya, saya sendiri pernah melakukannya beberapa kali. Kalau ada yang mau menghilangkan tai lalat dan berdomisili di Makassar, bisalah mengontak Klinik BTP Makassar, di Jalan Borong Raya no. 93 A. Bisa lihat situsnya di sini www.klinikbtp.com Biayanya tidak terlalu mahal karena dikerjakan oleh dokter umum. Kalau mau dikerjakan oleh dokter spesialis biayanya pasti jutaan. Dan itu gampang. Datang saja ke rumah sakit besar di kota anda dan hubungi dokter spesialis kulitnya. (Baca Beda buah langsat dan buah duku)

Tuesday, August 26, 2014

Dokter Sunat di Makassar

Anda mencari dokter sunat? Atau perawat sunat? Yang mana sih yang lebih baik? Kalau melihat dari kemampuan dan skill, biasanya dokter sunat lebih jago. Tapi kalau dalam hal biaya, biasanya perawat sunat lebih murah. (Baca Sunat Dewasa, di mana?)

Saat ini, rupanya masih banyak orang dewasa yang belum melakukan tindakan sunat. Sunat adalah pemotongan kulit yang menutupi bagian kepala penis seseorang. Tindakan ini tidak boleh dilakukan sembarang orang karena sering menimbulkan komplikasi perdarahan. Tindakan ini hanya boleh dilakukan oleh tenaga medis yaitu dokter dan perawat. Di kampung-kampung, biasanya masih ada saja orang non medis yang mengaku-ngaku jago melakukan sunat. Ya, ada yang benar-benar bisa, karena belajar dari pengalaman. Ada juga dukun-dukun yang hanya menipu saja. (Baca Sunat pada penderita diabetes)

Beberapa kali saya melakukan sunat terhadap orang dewasa. Bahkan ada juga yang berusia 53 tahun. Kebanyakan dari mereka mengaku tidak melakukan sunat dari kecil karena “ditipu” oleh dukun di kampungnya. Ceritanya, di saat mereka kecil, ada orang-orang tertentu yang mengaku bisa melakukan sunat. Istilahnya adalah sunat kampung. Ternyata sunat kampung ini bukanlah sunat yang sebenarnya. Sunat kampung ini ternyata sebatas melukai kulit penisnya tanpa memotong kulit penis yang seharusnya dipotong. Kalaupun itu dipotong, biasanya yang dipotong hanya sedikit sekali. (Baca Sunat Laser itu apa?)

Orang-orang yang ikut sunat kampung ini pada awalnya sudah merasa disunat. Tapi setelah dewasa, baru mereka sadari bahwa ternyata mereka belum melakukan sunat yang sempurna. Karena sudah terlanjur dewasa, akhirnya rasa malu dan kesibukan menghambat mereka untuk melakukan kewajiban ini. (Baca Komplikasi sunat yang bisa terjadi)

Kalau anda mencari dokter sunat berpengalaman, bisa menghubungi Klinik Sunat Dewasa/Anak BTP , Makassar di alamat BTP blok AB no.1B, Telpon 08111774435 (Baca Apa sih Manfaat sunat?) 



Thursday, January 30, 2014

Threat of Reemergence of Tuberculosis Epidemic

Tuberculosis is one of the most deadly diseases caused by   bactery in the world. It has been an epidemic in all part of the world since hundreds years ago. It has killed millions people. But thank god, it has decreased due to the finding of the suitable antibiotic for M. tbc.  

But now, human poses a newly substantial threat by the reemergence of tuberculosis epidemic in the world. There are so many tuberculosis bactery  get resistant with regular antibiotic.  There are multidrug resistant tuberculosis (MDR-TB) and extensively drug-resistant tuberculosis (XDR).

MDR TB is defined as TB caused by M. Tbc that are resistant to two main drug of tuberculosis, isoniazid and rifampin. XDR TB is defined as MDR-TB plus resistance to a fluoroquinolone, and at least one second-line injectable agent (amikacin, kanamycin, or capreomycin).  MDR-TB is the main cause of failure in the treatment of TB category 1 by regimen that considered by the World Health Organization, in patients who are treated under strict observation.
You can guess what will happen when all cases of TB become MDR TB. Yes, tuberculosis will be very hard to treat. Human will need the newly regimen of treatment. Discovery of new drug is very costly. And it doesn’t always result the real new drug. MDR-TB requires prolonged therapy  with some new combination with second-line anti TB drugs. Many of them are less effective, more toxic, and more expensive than first-line drugs.
What happens when TB is hard to treat? Like I said before, we will pose a new threat of the reemergence of tuberculosis epidemic.  Tuberculosis is highly contagious disease.it will support the likelihood of the occurrence.  In the past it has killed million people. Currently, nearly half a million cases of MDR-TB emerge every year in the world due to the improper treatment of TB patient.  WHO reported, in 2008, the global mean rate of MDR was 2,9 % among new patients and 15,3 % among previously treated patients.

Written by : dr. Amrizal Muchtar
Makassar

Menghapal tanpa tahu artinya tak termasuk mempelajari Alquran

Menghafal Tanpa Tahu Artinya, Tak Termasuk Mempelajari Al-Qur’an!  ibtimes.id/menghafal-tanpa-tahu-artinya-tak-termasuk-mempelajari-al-quran...