Kenyataan menunjukkan adanya kecenderungan seorang kepala daerah atau kepala negara tidak puas dengan jabatan satu periode. Yang sudah menjabat selalu ingin mempertahankan atau meningkatkan jabatannya sampai batas waktu maksimal. Dalam hal ini, seperti yang di tetapkan UU, selama dua periode.
Bisa dilihat contohnya gubernur
Namun tulisan ini tidak akan membahas pertahanan jabatan gubernur, tapi peningkatan jabatan dari wakil menjadi gubernur. Peristiwa seperti inipun kerap terjadi di negara kita. Contohnya Megawati, dari wakil menjadi Presiden, Ratu Atut di Banten dan Fauzi Bowo di Jakarta, dari wakil menjadi gubernur. Sekarang fenomena itu juga terjadi di Pilkada Sulsel dengan mencalonkan dirinya Syahrul Yasin Limpo menjadi Calon Gubernur.
Apa sebenarnya makna dibalik ini semua? Mengapa sedemikian banyak wakil yang mau jadi gubernur? Apakah memang ada ketidakpuasan terhadap partnernya dalam memimpin daerah yang bersangkutan? Atau adakah faktor nafsu materi dan kekuasaan yang berperan di sini?
******
Negara dan propinsi merupakan suatu wilayah administratif yang memiliki sistem organisasi untuk menjalankan roda pemerintahan. Seperti umumnya organisasi, tentulah setiap daerah mengharuskan adanya satu pimpinan supaya roda pemerintahan berjalan ke satu arah.
Untuk memimpin organisasi ini, pemimpin selalu memiliki partner yang sering disebut wakil. Jadi ada kepala negara ada wakil kepala negara, ada kepala daerah ada juga wakil kepala daerah.
Peran wakil yaitu membantu pemimpin menjalankan tugas-tugas kenegaraan sesuai dengan program kerja yang telah dibuat. Apabila sang pemimpin berhalangan, maka wakillah yang menggantikannya. Bisa diambil contoh pada kasus presiden SBY yang berhalangan hadir pada acara ulang tahun kemerdekaan negara tetangga
Peran yang kedua adalah sebagai penasehat pemimpin dalam memutuskan atau mengambil langkah-langkah tertentu. Rumusan langkah-langkah pemerintahan tentunya tak lepas dari peran wakil sejak mereka bertemu atau memutuskan berpartner di pemilu atau pilkada. Walaupun biasanya sudah ada badan penasehat, tapi posisi wakil sebagai penasehat bisa lebih kuat karena perbedaan derajat kekuasaannya lebih tipis.
Peran selanjutnya dari wakil adalah sebagai cadangan jika nanti presiden berhalangan tetap, baik dari segi hukum maupun kesehatan. Begitu banyak peristiwa politik dalam sejarah dimana wakil menggantikan posisi pemimpin. Contohnya Megawati menggantikan posisi Gus Dur saat presiden tersebut dilengserkan, Habibi menggantikan Soeharto, dan Ratu Atut menggantikan Gubernur Banten yang terganjal masalah korupsi.
Dari fungsi-fungsinya ini, terlihat betapa perlunya kekompakan antara kepala daerah dan wakilnya. Kepala daerah dan wakilnya harus memiliki visi dan misi yang sama. Keberhasilan gubernur adalah juga keberhasilan wakilnya.
Melihat dari fenomena kampanye calon gubernur yang ada di sulawesi selatan ini terlihat jelas tindakan-tindakan yang mengisyaratkan ketidakkompakan antara pemimpin dan wakil sebelumnya.
Tampak iklan kampanye dari Syahrul dan Amin Syam terkadang saling menjatuhkan satu sama lain.
Dari sini, masyarakat Sulawesi Selatan bisa berpikir, keduanya telah berpartner selama
Mengapa posisi gubernur begitu "panas" untuk diperebutkan? Mengapa banyak orang mencalonkan diri menjadi calon? Mengapa wakil gubernur juga tertarik meningkatkan statusnya satu tingkat lagi menjadi orang nomor satu di propinsi?
Salah satu alasannya mungkin adalah keinginan untuk mengabdi kepada masyarakat. Dengan menjadi pimpinan daerah, seseorang akan memiliki kekuasaan untuk mengambil keputusan dan bertindak untuk kemaslahatan masyarakat yang dipimpinnya.
Tapi tidak cukup hanya oleh keinginan saja, tapi harus didukung oleh kemampuan manajemen pemerintahan yang bagus. Orang yang memiliki dua hal inilah yang seharusnya jadi pimpinan. Tapi ternyata tidak mudah memilih orang yang tepat karena pemilih sering tidak mengetahui karakter pemimpin yang dipilihnya.
Perkenalan pemimpin dalam kampanye yang terjadi, tidak selalu menjamin masyarakat mengenal baik para calon. Sudah sering terbukti bahwa para calon ternyata hanya mengumbar janji belaka. Kenyataan yang diharapkan ternyata sering tidak sesuai janji-janjinya.
Adapun alasan lainnya, bisa saja bersifat negatif. Tidak bisa dipungkiri bahwa jabatan kepala daerah sangat dekat dengan materi yang melimpah. Sering juga orang-orang berniat jadi calon hanya karena faktor ini. Mudah-mudahan yang mendaftar menjadi calon gubernur kita ini tidak memiliki niat ke arah ini.
Berminatnya wakil menjadi kepala daerah tentu sangat berkaitan dengan hal di atas. Kemungkinan besar, aspirasi dari wakil ini tidak tersalurkan dengan baik. Jadi selama ini tidak terjadi kerjasama yang baik antara pemimpin dan wakilnya.
Tidak ada masalah sebenarnya dengan kenyataan berkeinginannya wakil jadi pemimpin selama dia memiliki tujuan-tujuan yang idealis buat mengabdi kepada masyarakat. Bukan untuk alasan negatif yaitu mengejar kekuasaan dan materi.
Biar bagaimanapun, mengutip dari satu lagu rock terkenal, "wakil juga manusia". Manusia yang menjalani suatu karir, dimana setiap saat selalu ingin karirnya makin baik. Ini sesuai dengan teori maslow yang mengatakan bahwa setiap orang memiliki kebutuhan aktualisasi diri setelah kebutuhan-kebutuhan lainnya terpenuhi Tidak aneh jika setelah selesai jadi gubernur, mereka juga mencalonkan diri menjadi presiden.
Namun yang disayangkan adalah ketidakkompakan antara pemimpin dan wakilnya. Ini bukanlah sikap seorang negarawan yang baik. Seharusnya mereka bisa mengesampingkan ego masing-masing dan bekerja bersama-sama demi kepentingan masyarakat.
Yang kedua adalah tidak seharusnya terjadi "black campaign", apalagi oleh mereka yang pernah berpartner selama bertahun-tahun dalam menjalankan pemerintah. Boleh jadi mereka berpikir bahwa dengan black campaign itu reputasi lawan akan jatuh, dan mereka yang akan menang. Tapi sebenarnya mereka salah besar. Masyarakat sekarang sudah banyak yang cerdas. Justru mereka yang melakukan kampanye negatif itu yang akan menurun reputasinya karena ulahnya sendiri.
Kita berdoa siapapun yang terpilih, benar- benar adalah pasangan yang paling tepat yang mau bekerja keras dengan kompak dan mendahulukan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi atau golongan. Semoga!
Amrizal,
Partner Link :
Diabetes Signs and Symptoms to Know

