Tuesday, January 29, 2008

Sunat Gaib

Beberapa bulan lalu, aku beberapa kali mendapati berita tentang fenomena sunat gaib. Dalam beberapa berita itu, ditayangkan tentang seorang anak yang tiba-tiba saja tersunat padahal orang tuanya mengatakan mereka sama sekali belum pernah menyunatkan anaknya. Tapi kenapa penis si anak tiba-tiba berbentuk seperti sudah disunat? Hal ini menggemparkan warga sekitar. Apakah anak ini disunat oleh makhluk gaib? Begitulah mitos yang muncul.

Sekitar dua malam lalu (28 Januari 08) aku dibangunkan oleh kedatangan sebuah keluarga yang mau berobat di klinikku di Sangatta, Kutai Timur. Mereka datang sekitar jam 11.30 malam. Aku kaget juga sebenarnya karena tidak biasanya ada pasien jam segitu. Perawat yang membangunkanku pun tampak gelisah menungguku yang lama membasuh muka. Aku segera berpikir, jangan-jangan ini pasien gawat.

Segera aku temui mereka. Aku sempat kaget karena kasusnya seperti berita tentang fenomena sunat gaib. Apalagi ditambah keadaan yang masih setengah teler karena habis tidur. Ibu yang datang itu menjelaskan bahwa anaknya tiba-tiba saja tersunat padahal dia yakin sekali belum pernah menyunatkan anaknya. Aku mencoba tenang. Aku melihat ke penis anak itu. Benar saja! Penis anak itu persis seperti sudah disunat. Glans penisnya pun sudah tampak kering.

Anak itu menjerit-jerit. Entah karena dia merasakan nyeri atau karena takut saja melihat dokter. Aku segera memakai handschoen dan menyuruh ibu dan bapaknya memegangi tangan dan kakinya supaya tidak bergerak-gerak. Sempat pula aku terpikir, apakah ini ada hubungannya dengan mistik? Maklum.. aku sedikit percaya dengan bahwa hal-hal mistis itu memang ada.

"Saya sudah mencoba tarik tadi. Tapi gagal!" Kata bapaknya.

Segera kupegang penis anak itu ditengah rontanya. Aku mencoba menarik kulitnya yang tampak agak menggelembung di pangkal glans. Dan sret! Tiba-tiba penis anak itu kembali seperti semula dengan kulit yang belum disunat. Aku tersenyum. Bercampur antara rasa kemenangan dengan perasaan lucu dengan adanya kasus unik ini. Kasus yang ringan.. tapi sungguh menarik!

dr. Amrizal Muchtar, S.Ked.

Sangatta, 30 Januari 2008

Partner Link:

Diabetes Type II

2 comments:

ijal said...

koq bisa gt ya dok?

Dewi said...

Waduh...penjelasan ilmiahnya gimana niy? jangan2 ada ilusionis jarak jauh? yang jelas seyemmm sih...