Monday, July 30, 2007

Sabar sebagai Anugerah

Sabar sebagai Anugerah

Sabar. Salah satu kata sifat yang selalu terdengar setiap saat. Walau demikian, begitu banyak orang salah tafsir mengenai makna kata yang satu ini. Banyak yang beranggapan bahwa sabar itu hanya bermakna diam tak berbuat apa-apa. Salah besar. Sesungguhnya kata ini bermakna sangat hebat sampai-sampai kita harus bersyukur Tuhan menganugerahi sifat ini pada manusia.

Dalam kehidupannya, manusia tidak akan pernah lepas dari masalah. Semua orang baik kaya maupun miskin, pria maupun wanita tua, muda sampai kanak-kanak pasti memiliki masalah. Di sinilah pentingnya kesabaran. Jika sifat sabar itu tidak ada, maka tidak akan terhitung jumlah orang sakit jiwa akibat tidak mampu menahan stres.

Apa sebenarnya sabar itu? Sabar tidak lain adalah bersikap tenang menerima masalah apapun yang terjadi tanpa melupakan usaha untuk menyelesaikan masalah tersebut. Jadi bukannya hanya diam saja tanpa berusaha.

Sebagai contoh, jika anda dianiaya oleh seseorang yang tidak anda kenal secara tiba-tiba tanpa anda tahu alasannya. Bukan sabar namanya jika anda hanya diam saja. Itu sama sekali bukan sabar. Tindakan diam disini lebih bisa disebut sebagai tindakan bodoh atau pengecut.

Dikatakan sabar kalau anda tidak terpancing emosi dan kemudian berusaha memecahkan masalah tersebut. Bisa dengan mengajak bicara orang tersebut baik-baik tentang mengapa hal itu bisa terjadi. Kalau anda menemui jalan buntu dengan orang tersebut, anda bisa juga menghubungi polisi untuk membantu mencari solusi.

Diam baru dikatakan sebagai sabar kalau memang tidak ada lagi solusi untuk masalah anda tersebut. Seperti anda diam, tidak histeris, saat anda ditinggal mati oleh sanak saudara anda.

Dalam agama, perintah untuk bersabar sangat banyak ditemukan. Hal ini menandakan betapa pentingnya sabar itu dalam kehidupan. Dalam menghadapi masalah selalu ada dua pilihan untuk menghadapinya. Sabar atau tidak sabar. Kalau anda tidak sabar menghadapi masalah tersebut dengan mengambil tindakan seperti marah-marah apakah masalah itu jadi hilang atau berkurang? Tentu saja tidak. Bahkan untuk setitikpun perbaikan tidak ada sama sekali. Dengan mengambil sikap sabar, anda akan tetap tenang menghadapinya, sehingga masalah tersebut tidak akan menjadi beban pikiran dan pikiran anda akan selalu terbuka untuk menemukan solusi masalah tersebut.

Amrizal, 27 Juli 2007


Partner Link :

Diabetes Symptoms You Need to Know!

No comments: