Sunday, September 2, 2012

Kenangan dari sholat ied 1433 H

Alhamdulillah. Hari kemenangan sudah tiba. Ada rasa gembira berbalut sedih. Sedih karena berpisah dari bulan ramadhan yang penuh berkah. Gembira, ya karena ini adalah momen kemenangan beagi umat Islam yang berhasil mengontrol nafsunya  sebulan penuh.

Pada tulisan ini, saya ingin menjadi citizen jurnalis yang mencoba memberikan reportase amatiran tentang keadaan di sekeliling. Hehehe.

Lebaran kini adalah lebaran idul fitri pertamaku di btp setelah xpindah dari rumah yang lama. Mesjid yg berada di depan rumah sama sekali tidak mengadakan kegiatan shalat ied. Alasannya : semua panitia pada mudik. :p

Akhirnya jadilah saya shalat di lapangan Sekolah SMA 21 Btp. Ya, sekitar 300 meter dari rumah. Berikut adalah foto-foto yg sempat saya ambil sebagai kenang-kenangan. Satu foto katanya bisa berarti seribu kata, sehingga tulisan ini tidak memerlukan banyak kata tambahan lagi.:-)

Foto 1 Spanduk Idul Fitri'

  
Foto 2 Barisan Jamaah


 
Foto 3 Ramadhan ternyata tdk bisa menghentikan kebiasaan merokok pria ini

Foto 4 Jamaah berbondong-bondong memasuki lapangan

Foto 5 Koordinator lapangan

Foto 6 Memotret yang dipotret

Foto 7 Sesaat sebelum sholat
Imam : abdul wahid

Foto 8 kotbah shalat id
Khatib :Ust. Agus Salim LC

 
Foto 9 Sampah koran dibiarkan begitu saja oleh jemaah

Yang terakhir ini sebenarnya yang paling mengganggu setelah shalat ied dimana-mana di makasar. Kesadaran bersih masyarakat masih rendah. Sampah koran yang mereka pakai, dibiarkan begitu saja sehingga sangat merusak pemandangan. Saya sendiri sudah beberapa tahun ini sudah lepas dari kebiasaan itu. Saya selalu memungut kembali sampah koran saya sendiri auntk dibuang ditempatnya. Prinsipnya kalau tidak mampu membersihkan, janganlah mengotori.
Demikianlah sedikit reportase dari citizen jurnalis. Semoga memberikan warna bagi pembaca semua.

1 comment:

cara mengobati maag said...

memang sama, setiap hari raya selalu dikenang dan tidak akan pernah lupa setiap tahunnya
Ace Maxs