Friday, March 18, 2011

Bencana Nuklir di Jepang membatalkan Proyek PLTN

Teknologi nuklir ibarat dua sisi mata pisau yang sama tajamnya. Sisi yang pertama, teknologi nuklir sangat bisa membantu kehidupan suatu Negara dalam banyak bidang seperti memenuhi kebutuhan energi listrik, dan rekayasa bibit pertanian. Sisi yang lain, teknologi nuklir sangat bisa mematikan, jika tidak mampu dikendalikan oleh manusia.


Dua sisi ini sementara berlangsung di Jepang. Sejak dilanda gempa dan tsunami 11 maret 2011 lalu, salah satu reactor nuklir di Jepang mengalami kerusakan sehingga menimbulkan bencana nuklir di Jepang. Kita tahu bersama beberapa reactor beberapa hari lalu meledak dan menyebarkan debu-debu radioaktif ke udara.
Radiasi dari debu-debu radioaktif ini sangat mematikan bagi manusia jika kadarnya melebihi ambang batas. Dan itu sudah terjadi saat ini dimana radiasi yang terjadi jauh melebihi yang seharusnya. Radiasi yang berlebihan sudah pasti bisa menyebabkan penyakit akut yang mematikan seperti kanker, penyakit tiroid, seperti yang terjadi pada bencana nuklir di Chernobyl, Rusia.
Adanya bencana nuklir di Jepang membuat Negara-negara yang berencana membuat pembangkit listrik tenaga nuklir di beberapa Negara seperti Indonesia, Malaysia,Thailand, dan Vietnam berpikir ulang. Negara-negara ini mengkhawatirkan keselamatan pembangunan PLTN di Negara-negaranya yang rawan terhadap bencana alam.
PT PLN sendiri ternyata juga ikut meninjau ulang proyek PLTN ini.
"Daripada nuklir, lebih baik PLN mengembangkan energi alternatif lain yang sudah ada di depan mata," ujar Direktur Bisnis dan Manajemen Risiko PLN Murtaqi Syamsuddin ketika berbincang dengan wartawan di Kampung Sumber Alam, Garut, Jawa Barat (19/3/2011).
Hal ini juga senada dengan pernyataan dari Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM, Luluk Sumiyarso yang beberapa hari sebelumnya mengatakan, bahwa memang lebih baik Indonesia concern ke energi panas bumi, tenaga air, bahan bakar nabati, dan sebagainya yang sudah ada di depan mata untuk dikembangkan.
Saya secara pribadi juga mendukung ditundanya proyek PLTN ini karena saya rasa teknologi dan kemampuan bangsa Indonesia untuk menjamin keselamatan program ini masih rendah. Jepang saja yang sudah sedemikian maju bisa morat-marit dalam mengendalikan teknologi nuklirnya apalagi Indonesia.
Masih banyak kok energi-energi lain yang bisa dimanfaatkan untuk menjadi Listrik.

Keyword : Bencana nuklir di Fukushima Jepang, Nuklir di Jepang 2011, tragedi nuklir Jepang, bencana nuklir dan tsunami,

Dr. Amrizal Muchtar
Sangatta 18 Maret 2011

No comments: