Monday, September 17, 2007

Duta Anti Rokok

Belakangan ini, sering sekali diberitakan para artis menjadi duta sosial atau duta kesehatan tertentu Tantowi Yahya menjadi duta buku nasional. Marshanda menjadi duta lingkungan. Dewi Hughes menjadi duta anti traficking. Agnes Monica menjadi duta anti narkoba. Terpilihnya artis tentu saja berkaitan dengan popularitas mereka yang dianggap bisa mempercepat sosialisasi program yang dicanangkan.
Tapi saya heran kenapa ya, belum ada duta anti rokok di Indonesia. Bukan rahasia lagi kalau rokok merupakan zat yang sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Pada setiap bungkus rokok, secara jelas dicantumkan, PERINGATAN PEMERINTAH, MEROKOK DAPAT MERUSAK KESEHATAN, MENYEBABKAN GANGGUAN KESEHATAN, IMPOTENSI, DAN GANGGUAN JANIN.
Ini tampaknya berkaitan dengan tidak berdayanya pemerintah dan masyarakat terhadap kekuatan bisnis perusahaan rokok di Indonesia. Bisnis rokok tampaknya telah menyusupi setiap rongga-rongga terkecil kehidupan bangsa. Bisnis rokok telah menguasai jaringan kehidupan masyarakat. Hampir setiap kegiatan sosial disponsori oleh perusahaan rokok. Bahkan olahraga yang memiliki visi kesehatan yang sangat bertolakbelakang juga bisa dikuasai, terbukti dengan banyaknya acara olahraga yang disponsori perusahaan rokok.
Artis-artis pun berhasil dikuasai oleh mereka. Begitu banyak artis yang merelakan dirinya "diperbudak" oleh perusahaan rokok. Demi sejumlah uang, mereka mau "membujuk" masyarakat memakai rokok yang mereka promosikan.
Alhasil sampai saat ini belum ada duta anti rokok di Indonesia. Kalaupun ada, gaungnya sudah tertekan oleh kekuatan bisnis rokok yang sudah merajai negeri ini.

Amrizal, Makassar, 17 September 2007
www.penjelajahwaktu.blogspot.com

Partner Link:

Diabetes Signs and Symptoms to Know


No comments: