Sunday, August 12, 2007

Tetes Mata Papua

Tetes Mata Papua
Baru-baru ini saya mencoba satu obat tradisional dari papua. Namanya Radix Vitae. Ini berupa tetes mata yang dibuat dari buah keben, suatu buah khas yang banyak terdapat di papua.
Tetes mata ini konon katanya bisa memperbaiki mata yang sakit, seperti mata minus, mata plus, katarak, mata silinder, dan lain-lain. Saya sendiri memiliki mata miopi (mata minus) yang cukup parah. Mata kanan berukuran - 5.5 dan mata kiri - 6.5.
Sebenarnya jarang sekali saya mau mencoba obat tradisional yang belum saya tahu jelas khasiatnya. Saya seorang dokter yang dulunya kebanyakan diajarkan mengenai obat-obat modern yang telah menjalani ratusan penelitian laboratorium dan empiris. Dalam ilmu kedokteran yang saya pelajari, obat-obat tradisional kurang dianjurkan karena belum melalui penelitian ilmiah.
Tapi saya memutuskan untuk mencobanya saja. Mungkin karena pengaruh kebutuhan. Saya butuh memiliki mata yang sehat. Mata yang normal. Mata yang tidak berkaca. Saya memutuskan untuk percaya dengan promosi penghasil produk tersebut.
Sebagai dokter, saya percaya bahwa kesembuhan itu tidak selalu harus dari pengobatan modern. Kesembuhan itu datangnya dari Allah, bukan dari dokter. Banyak orang yang terbukti sembuh dengan berobat ke pengobatan alternatif. Saya percaya bahwa bahkan dengan air putih pun orang bisa sembuh kalau Allah mengizinkan.
Obat tetes mata Radix Vitae ini telah dibuatkan buku juga. Dalam bukunya yang terbit di Gramedia dituliskan kesaksian para pengguna obat tetes mata. Ada yang dari katarak menjadi bisa melihat, ada yang dari mata -15 menjadi -13, dan lain-lain. Memang selalu ada kemungkinan bahwa isi suatu buku itu hanya kebohongan. Tapi kemungkinan benar juga pasti ada. Saya memutuskan untuk percaya bahwa ini benar. Dan saya mau membuktikannya.
Obat tetes ini cukup mahal. Isi 8 ml harga 400 ribu rupiah. Pemakaiannya bisa mencapai 2 bulan. Cara pakai langsung 2 tetes, sekali dalam dua hari. Kalau memang ini benar-benar bisa mengurangi minus mata saya, saya pikir 400 ribu ini justru terlalu murah untuk manfaatnya. Sekali lagi, saya memutuskan untuk percaya dan menunggu hasilnya.
Amrizal, Cibinong, 12 Agustus 2007

Partner Link: 
Baju anak -->Learning Diabetes Type 1

20 comments:

yasak-el-bighani said...

Halo dr. Amrizal, Saya jadi pengen tahu gimana hasil obat tetes matanya itu berhasil tidak dok? sebab saya sendiri punya mata minus + silinder jadi pengin mencoba obat tetes papua itu....dimana bisa beli obat itu dok? terima kasih sebelumnya

nia said...

Dr. Amrizal, saya baru tahu tentang buah keben. anak saya laki-laki umur 7 tahun, silinder 4.25 dan silinder 4.50. Saya periksa ke dr mata terkenal di bintaro, dan memberi harapan untuk dapat diperbaiki (sembuh) dengan terapi, tapi anak saya susah untuk terapinya karena kalau terapi salah satu mata harus ditutup, dan anak saya risih. sehingga terapinya tidak maksimal. Sedangkan 1 dokter mata terkenal di Tangerang, dan 1 dokter mata di Siloam mengultimatum bahwa silinder mata saya tidak bisa sembuh. Saya prihatin sekali, kasian sama anak saya. saya berharap tetes mata ini menjadi jalan dari Tuhan untuk mata anak saya. Saya sedang mengumpulkan data dan pengalaman dari berbagai pihak. Saya takut efek samping kalau mata ditetes dengan obat baru. Kiranya dokter berkenan berbagi pengalaman dengan saya. Atas perhatiannya saya ucapkan banyak terimakasih.

Rara said...

Dr. Amrizal, saya ga sengaja nemu blog dokter nih.. Jadi penasaran, gimana matanya? Minusnya turun ga pake obat tetes mata dari Papua itu? Saya juga pengen banget bisa lepas kacamata nih.. min & silinder saya lumayan tinggi :( Tolong diupdate yah.. Makasih..

Rara said...

Dr. Amrizal, saya ga sengaja nemu blog dokter nih.. Jadi penasaran, gimana matanya? Minusnya turun ga pake obat tetes mata dari Papua itu? Saya juga pengen banget bisa lepas kacamata nih.. min & silinder saya lumayan tinggi :( Tolong diupdate yah.. Makasih..

abusyaddad said...

seorang dokter yang berfikir maju kedepan....mudah-mudahan makin banyak dokter yang seperti anda ini.....ngomong-ngomong udah berapa minusnya turun....kasih tau tuh...banyak yang nunggu testinya....termasuk aku

bam's mother said...

dok gimana udah turun belum? saya mau tahu dong karena suami saya minunya cukup parah, mau lasik kurang dana, kalo tetes mata ini bermanfaat saya mau dong infonya beli dimana thanks y dok...

Anonymous said...

Assalamu'alaikum dr. Amrizal, saya cari google tentang pengobatan alternatif mata minus+silinder alhamdulillah ketemu blog bapak dan tertarik pada obat tetes dari papua, saya sangat berterima kasih apabila dapat info dapat dibeli dimana dan berapa rupiah harganya ?
Terima kasih atas perhatiannya.
Wassalam
Bagus Wahyudi __ Surabaya

Anonymous said...

udah sampai 2009 dari pertama posting 2007 udah ada hasilnya blm?

wawan said...

gimana dok, sukses.
kalo memang terbukti mohon bagi2 infonya ya...
untuk kebaikan kita bersama...
saya juga pengen mencobanya...
salam

Ponrum Al Bogory said...

Kayaknya gagal nih percobaan :(.. Padahal sudah ingin coba untuk mengikis pterigium yg makin tebal.. hiks...

spadirumah said...

Dokter, bagaimana hasilnya? berhasil tidak? saya juga punya silindris,jadi tertarik ingin mencoba

saya juga pernah ke Sangatta, ikut seleksi GDP, indah sekali, tapi sayang belum rezeki bekerja disana

spadirumah said...

Dokter, bagaimana hasilnya? berhasil tidak? saya juga punya silindris,jadi tertarik ingin mencoba

saya juga pernah ke Sangatta, ikut seleksi GDP, indah sekali, tapi sayang belum rezeki bekerja disana

sofiashalihah@yahoo.com said...

Dokter, bagaimana hasilnya? berhasil tidak? saya juga punya silindris,jadi tertarik ingin mencoba

saya juga pernah ke Sangatta, ikut seleksi GDP, indah sekali, tapi sayang belum rezeki bekerja disana

Anonymous said...

Salam dr. Amrizal
Sejak blog anda di upload tgl 12 Agustus 2007, ada 13 respon terhadap blog anda tsb,yg ingin megetahui hasil penggunaan tetes mata Radix Vitae yang anda terapkan pada mata anda. Respon pertama tgl 24 Desember 2007 atau 4 bulan setelah blog anda di upload, dan respon terakhir tgl 10 September 2009 atau 2 tahun lebih sejak blog anda tsb. Dan sampai saat ini, anda belum merespon 13 komentar tsb. Karena anda seorang dokter, apapun hasilnya atas penerapan obat tetes mara Radix Vitae ini pada mata anda, benar2 sangat ditunggu dan diharapkan. Tahun 2000, saya menggunakan kacamata dengan mata kanan silinder dan mata kiri spheris. Kedua mata berukuran masing2 untuk myopianya - 1,25 D dan untuk hypermetropianya + 1,00 D. Tahun 2004 saya mengalami kecelakaan lalulintas, dimana pecahan kaca jendela mobil kiri hancur dan serpihan2nya masuk ke mata kiri saya, yg pada waktu kecelakaan tsb kacamata terlempar, sehingga mata saya tidak terlindungi. Akibat kecelakaan tsb, terjadi kebocoran pada mata kiri saya dan cairan dalam bola mata merembes keluar. Puji Tuhan, dokter yang menangani mata saya mampu mengatasi kebocoran mata kiri saya ini, sehingga alternatif untuk mengangkat bola mata kiri tidak dilaksanakan. Dan dalam kejadian tsb, mata kiri saya juga mengalami infeksi berat, dan pada penyembuhannya menimbulkan bekas yang luas pada kornea mata, sehingga mata kiri tidak lagi berfungsi. Lensa mata kiri tidak dapat dievaluasi, apakah terjadi katarak. Dokter yang menagngani saya juga mengingatkan bahwa gangguan pada mata kiri saya dapat menyebar ke mata kanan, yang dalam dunia kedokteran disebut ophthalmia sympatica. Agustus 2010, mata kanan mengalami gangguan penglihatan. Berangsur2 apa yang saya lihat menjadi kabur dan spt ada kabut yang menghalangi penglihatan. Konsul kepada dokter yang menagani saya di tahun 2004, disampaikan bahwa kornea mata kanan mengalami infeksi jamur dengan jenis jamur diduga jamus aspergilus. Persoalannya adalah bahwa obat topikal anti jamur untuk mata susah sekali didapat di Indonesia, terutama dalam bentuk sediaan tetes mata. Mungkin tetes mata Radix Vitae ini bisa memecahkan masalah yang saya hadapi. Karena itu, saya berharap kiranya dr. Amrizal berkenan menyampaikan hasil penerapan tetes mata Radix Vitae tsb, apapun hasilnya, apakah memang berkhasiatkah atau tidak ada efek apa2. Memang ini empiris, dok. Terima kasih dr. Amrizal atas perhatiannya. Salam.

Tam-Tam said...

buah keben, ada dimana ajah seh? apa didaerah medan tempat saya tinggal ada?

Tam-Tam said...

dapet obatnya dimana ajah ya?

Tam-Tam said...
This comment has been removed by the author.
Anonymous said...

dok gimana hasil obatnya?? berpengaruh atau tidak??

Anonymous said...

Dok,bgmn hasil pengobatan tetss matanya?
Saya yakin anda selalu update terus blog anda ini.Tlng testimoni anda jg akan mempengaruhi keputusan orang banyak.
Ditunggu dok
thx

Anonymous said...

mana si dokter nih... beneran doker apa ga sih...
Bukti kalau ini adalah hanya karangan belaka untuk menaikkan populoaritas produk dalam penjualan. hati2, kalau memang ada obatnya ga mungkin orang menjual kacamata, paling tidak dokter mata ataupun perdami (persatuan dokter mata indonesia) tidak akan tinggal diam dengan penemuan ini bahkan pasti sudah mencobanya..