Monday, July 30, 2007

Akting Lintas Agama

Akting Lintas Agama

Pernahkah anda melihat artis Lidya Kandau yang beragama nasrani melakukan ibadah shalat dan berdoa dengan cara islam? Atau sebaliknya mungkin anda pernah melihat Tamara Blezinsky yang beragama Islam melaksanakan pernikahan secara kristen di gereja.
Saya sendiri pernah melihatnya. Anda bisa menebaknya di mana. Ya, di sinetron-sinetron yang belakangan ini makin marak namun makin "asal". Bukan sekali dua kali saja saya menyaksikan hal seperti itu. Selain kedua artis tersebut, masih banyak artis lain yang melakukan akting lintas agama seperti itu.

Kenyataan ini berbuah negatif terhadap kualitas layar kaca kita dengan membuat sinetron menjadi tampak begitu "sinetron". Sandiwara yang baik tidaklah nampak seperti sandiwara. Dengan akting sebagus apapun, apabila menggambarkan kenyataan yang sangat bertolak belakang maka akting itu tetap hanya akan tampak sebagai akting.

Kita tahu sendiri bahwa acara infotainmen sekarang begitu ramai sehingga jangankan perihal agama sang artis, kehidupan pribadi pun menjadi santapan masyarakat. Latar belakang kehidupan sang artis yang begitu mudah diketahui tersebut bisa memberi awan kelabu bagi akting sang artis yang nantinya juga ikut menentukan disukai atau tidaknya tayangan yang dibintanginya.

Hal lain yang bisa ditangkap dari maraknya akting lintas agama ini adalah bahwa keyakinan agama itu sering dipermainkan demi sejumlah uang. Seseorang rela berperan jadi pemeluk agama lain hanya demi honor tertentu. Dengan kata lain, zaman sekarang uang bisa membeli keyakinan seseorang walaupun itu dalam kerangka sandiwara saja. Penonton yang mengenal artis tersebut walaupun cuma dari infotaimen mungkin saja merasa gerah melihat akting yang benar-benar gamblang tersebut.

Mengapa tidak memilih artis yang benar-benar seiman saja dengan perannya? Bukankah itu akan jauh lebih alami? Atau kalau memang tidak bisa seperti itu sebaiknya bentuk-bentuk ibadah yang ditunjukkan di tayangan tidak secara gamblang menunjuk ke agama tertentu. Misalnya mengganti kata "Allah" dengan Tuhan, tidak menampilkan artis nasrani sedang shalat, dan masih banyak cara lain. Dengan cara seperti ini, saya pikir dunia sinetron atau film kita bisa mengurangi satu dari beberapa cacat yang dimilikinya.

Amrizal, Cilegon, 26 Juli 2007

Partner Link:
Learning Diabetes type 2

No comments: